September 10, 2013

MENGUCAP SYUKURLAH

0 komentar

Masuk ke dunia sekuler membuat saya menyadari banyak hal. Salah satunya adalah... Ketika saya bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang "cukup" buat saya, ternyata itu "belumlah cukup" bagi rekan-rekan saya. Mereka yang adalah senior-senior saya sudah memiliki "link" yang lebih luas, termasuk pekerjaan dan lowongan mana saja yang bisa mereka masuki untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Melihat dan mendengar hal-hal itu membuat mata saya terbuka bahwa ternyata dunia lebih luas dari yang saya duga.

Jika kita membandingkan pemasukan dan pengeluaran kita sehari-hari, kita pasti berharap mendapatkan penghasilan/pemasukan yang setidaknya cukup untuk pengeluaran sehari-hari. Kalau bisa lebih, kenapa tidak? Itu artinya keadaan kita bisa lebih baik. Kita bisa hidup lebih sejahtera, kita juga bisa menyimpan untuk masa depan. Saya memaklumi pendapat rekan-rekan saya, berusaha dan mencari sesuatu yang baru untuk masa depan yang lebih baik. Saya tahu saya tidak berhak menghakimi keinginan mulia mereka, terlebih mereka yang sedang berusaha tidak untuk diri mereka sendiri, tapi juga untuk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai. Namun, satu pertanyaan tetap timbul dalam hati saya? Kalau saya sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan ternyata ada tawaran pekerjaan yang lebih baik lagi, apakah saya akan selalu memilih yang "lebih baik lagi" itu?

Keinginan manusia berhubungan erat dengan apa yang disebut "tidak pernah cukup". Satu waktu kita bisa menginginkan sesuatu dan setelah keinginan itu dipenuhi, kita menginginkan sesuatu yang lain. Begitu seterusnya. Kapan kita akan berhenti? Memiliki keinginan yang mulia dan memberkati tidaklah salah, asalkan kita tidak melupakan yang satu ini, bersyukur. Kita bisa saja menjadi realistis dan terus berusaha untuk sesuatu yang lebih baik seperti kebanyakan orang, namun kita harus selalu ingat untuk mengucap syukur. Kenapa demikian?

Saat kita berusaha, mungkin kita akan gagal. Nah, mereka yang tidak mengerti kata "bersyukur" akan merasa down dan terpuruk, ada juga yang justru berubah negatif dan rela menghalalkan segala cara demi keinginannya. Sebaliknya, mereka yang tahu arti dari "bersyukur" akan melihat segala keadaan dari sudut pandang Allah, yaitu bahwa Ia memberikan yang terbaik untuk mereka yang percaya menurut waktu-Nya.

Berusahalah yang terbaik untuk diri Anda dan mereka yang Anda kasihi. Pergunakan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya karena mungkin kesempatan itu tidak akan datang untuk yang kedua kali. Jangan menyerah jika itu memang impian Anda. Akan tetapi, jika Anda gagal, ingatlah, Allah sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda. Dan, katakanlah, "Tuhan, terima kasih."

Bapa, terima kasih untuk segala berkat yang Engkau percayakan kepadaku sampai hari ini. Kuserahkan segala mimpi dan cita-citaku kepada-Mu. Jadikanlah aku berkat bagi mereka yang Kaupercayakan kepadaku. Dan jika aku jatuh ataupun gagal, ingatkan aku tentang rencana-rencana kasih-Mu. Bapa, sekali lagi, terima kasih. Amin

Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
1 Tesalonika 5:18
Continue reading ...

September 09, 2013

DREAM COMES TRUE

0 komentar

Hari-hari ini saya dihimpit oleh dua kubu... di kiri saya adalah kubu dengan program penggemukan badan, sebaliknya, di kanan saya adalah kubu dengan program pengurusan badan. Seolah berdiri di antara dua jalan, saya sedikit dipusingkan dengan program teman-teman saya itu. Yang satu sedikit-sedikit merasa lapar dan makannnn terus, yang lain sering puasa dan ketat dengan kalori yang masuk ke mulut. Dalam hati, "Luar biasa sekali teman-teman saya ini!"

Lalu, apa yang sebenarnya bisa saya pelajari dari teman-teman saya ini? Entah itu program penggemukan atau pengurusan, mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh. Mereka puasa, diet, olahraga dan nge-gym, mereka minum suplemen, ngemil, makan dan makan, intinya, mereka melakukan dengan tekun apa yang mereka rencanakan demi tujuan yang mereka idam-idamkan. Beberapa waktu lalu salah satu dari mereka hanya punya "niat" saja, tapi tidak ada tindakan nyata. Kalau demikian, tujuan mulianya tercapai tidak? Tentu saja tidak. Tapi begitu "niat" itu berubah menjadi tindakan, hasilnya, "WOW!!!" Yang ingin gemuk berat badannya naik, yang ingin kurus berat badannya turun.

Kita semua punya impian, punya cita-cita, punya harapan dan angan-angan yang baik. Apakah bermimpi, bercita-cita, berharap, dan berangan-angan itu salah? Tentu tidak. Akan tetapi, jika tidak ada tindakan nyata demi mencapai semua itu, maka semua akan tetap seperti semula, tidak ada yang akan menjadi kenyataan. Sebaik, semulia, seluar biasa apapun niatan kita, jika kita tidak melakukan apa-apa, kita tidak akan melihat hasil apapun.

Jangan tinggalkan impian Anda lalu menyerah, sebaliknya, mari kita lakukan sesuatu sekarang. Sekecil apapun usaha kita, asal kita tekun, pasti ada hasil yang akan kita lihat. Semakin keras kita berusaha, Tuhan tidak akan tutup mata, Ia akan mengubah impian kita menjadi kenyataan.

Bapa di sorga, berkatilah setiap mimpi yang ada dalam hatiku, dan berikanlah aku tangan dan kaki yang mau berusaha dan ketekunan. Jadikanlah aku orang yang rajin supaya nama-Mu dipermuliakan di dalamku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.
Amsal 13:3
Continue reading ...

September 08, 2013

JALAN KASIH & KESETIAAN

0 komentar

Alkitab memberi tahu kita bahwa orang Israel adalah orang-orang yang dikenal tegar tengkuk. Dalam satu waktu atau masa mereka bisa tekun beribadah dan mengasihi Allah, namun dalam waktu atau masa lain mereka bertindak sebaliknya, melakukan hal-hal yang Allah benci. Ketika Allah memberikan "sentilan" mereka mungkin sadar, tapi itu tidak bertahan lama, mereka akan kembali lagi melakukan tindakan-tindakan yang menyakiti hati Allah. Hal yang sama berulang puluhan bahkan ratusan kali. Mereka benar-benar adalah orang-orang yang tidak pernah konsisten dengan kesetiaan mereka.

Kita yang disebut Israel-Isreal rohani patut juga bertanya kepada diri kita sendiri, "Apakah aku termasuk golongan orang yang demikian? Yang sekarang setia, namun kemudian tidak setia, lalu setia lagi, lalu tidak setia lagi?" Jika jawabannya "ya", maka kita perlu datang mohon pengampunan dan pemulihan yang dari Allah.

Allah mengasihi mereka yang setia. Allah dekat dengan mereka yang menghiasi jalan-jalannya dengan kasih dan kesetiaan. Yesus sudah membuktikannya kepada kita. Ia setia dalam misi dan hidup-Nya, dan karena itu Ia memperoleh perkenan Allah juga manusia. Apakah kita menginginkan perkenanan Allah dan manusia? pilihlah jalan yang Yesus pilih, kasih dan kesetiaan. Allah tidak akan segan-segan melimpahi kita dengan rahmat dan kasih-Nya.

Bapa, ajarlah aku untuk hidup dengan kasih dan kesetiaan di hadapan-Mu. Ajarlah aku untuk menempuh jalan yang Kaukenan. Tidak menjadi orang yang tidak konsisten dalam kesetiaan, melainkan sebaliknya, hidup menyukakan Engkau. Amin

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
Amsal 3:3-4
Continue reading ...

September 07, 2013

HARTA SEBUAH HUBUNGAN

0 komentar

Sebelumnya kita sempat membahas kesetiaan pengikut terhadap pemimpin yang intinya kesetiaan tidak didapat dengan cara paksa. Hal yang sama sebenarnya berlaku dalam segala jenis hubungan, entah itu pertemanan, persahabatan, pasangan, dan seterusnya; kesetiaan dari mereka yang ada di sekitar kita akan kita peroleh apabila kita membangun hubungan-hubungan kita tidak dengan tindakan kekerasan melainkan kasih. Tapi, apakah kesetiaan itu benar-benar diperlukan?

Mereka yang menilai hubungan sebagai alat untuk memenuhi keinginan mereka sendiri mungkin merasa tidak terlalu membutuhkan kesetiaan. Asalkan orang-orang di sekitar mereka sudah memenuhi tugasnya sebagai pemenuh kebutuhan, mereka bisa pergi kapanpun mereka suka. Akan tetapi, kesetiaan akan terasa sangat dibutuhkan ketika kita terpuruk. Orang bisa setia saat kita baik dan makmur, tapi belum tentu setia ketika kita jatuh dan terjerumus.

Sahabat yang setia, keluarga yang setia, pasangan yang setia adalah harta bagi setiap orang yang memilikinya. Tidak heran jika semua berharap menemukan orang-orang seperti ini. Lantas, bagaimana cara kita menemukan mereka? Lakukan langkah pertama di atas, landasilah setiap hubungan dengan kasih. Langkah kedua yang mungkin lebih sulit, jadilah orang yang setia bagi mereka yang ada di sisi Anda.

Menjadi setia mungkin adalah langkah sulit namun terampuh yang pernah Anda ambil. Kenapa? Karena di sinilah ujian sejati suatu hubungan. Kesetiaan Anda kepada kawan, sahabat, keluarga, dan pasangan adalah hal terbaik yang dapat Anda berikan dalam sebuah hubungan, walau terkadang kesetiaan Anda tidak dibalas dengan hal yang sama. Namun, menjadi setia akan membuktikan bahwa Anda orang yang pantas untuk menerima kesetiaan, karena orang yang setia akan dibayar dengan ketidaksetiaan juga.

Bapa, terima kasih untuk renungan hari ini yang mengajarku untuk bersikap setia. Berikanlah aku hati yang setia, Bapa, kepada orang-orang yang sudah Kautetapkan di sekitarku. Juga, tunjukkan kepadaku kepada siapa aku sebaiknya setia supaya jalan-jalanku tetap benar di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan yang setia, Amin.

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Amsal 20:6
Continue reading ...

September 06, 2013

HARTA SEORANG PEMIMPIN

1 komentar

Menjadi seorang pemimpin yang berkharisma dan memiliki pengikut-pengikut yang setia tidaklah mudah. Ada yang mengatakan bahwa pemimpin yang demikian memang sudah dilahirkan "demikian"-dari sananya sudah memiliki karakter untuk memimpin, ada juga yang mengatakan bahwa ia dibentuk oleh lingkungan yang sangat mendukung untuk menjadikannya pemimpin. Apapun asal-usulnya, setiap pemimpin pasti menginginkan yang satu ini: dipercaya dan ditemani oleh orang-orang yang setia, bukan oleh mereka yang plin-plan, penjilat, atau memanfaatkan situasi belaka. Tapi, apakah semudah itu memperoleh pengikut yang setia?

Yerobeam seharusnya merasa di atas angin karena ia memperoleh 10 suku di bawah kekuasaanya. Akan tetapi, sikap diktator dan keangkuhan pribadinya mendorongnya untuk tidak lagi takut akan Allah. Ia mendirikan bukit-bukit pengorbanan dan menolak orang lewi dan para imam untuk memegang jabatan iman Tuhan. Hal ini membuat suku Lewi dan orang-orang Israel yang mencintai Allah pergi kepada Rehabeam, bergabung dengan dua suku lainnya, Benyamin dan Yehuda. Satu kesalahan fatal telah dibuat Yerobeam, ia menjadi pemimpin yang tidak takut akan Tuhan, dan itulah sebabnya ia kehilangan suku Lewi yang dikhususkan bagi Tuhan. 2 Tawarikh 11:1-17

Kejadian di atas mengajarkan kepada kita setidaknya satu hal, kesetiaan tidak diperoleh dengan paksaan. Saudara yang berada di posisi-posisi sebagai pemimpin bagi orang lain pasti menginginkan orang-orang yang setia untuk berada dalam deretan anggota Saudara, bukan? Jika ya, terapkanlah kebenaran ini. Sikap diktator hanya akan mendatangkan ketakutan, bukan penundukan. Mereka yang "ya, ya" di hadapan Anda bisa saja bersikap sebaliknya di belakang. Mereka mungkin saja setia kepada Anda tapi itu karena mereka takut, bukan karena mereka segan atau hormat.

Begitu Anda menerapkan kebenaran ini jangan serta merta mengharapkan kesetiaan instan. Kesetiaan membutuhkan waktu dan proses, dan tidak semudah itu mendapatkan pengikut yang setia mendukung Anda. Karena itu, libatkanlah Allah dan kasih dalam segala bentuk tindakan kepemimpinan Anda, Dialah yang akan membantu Anda menemukan harta Anda, orang-orang kepercayaan yang dijamin setia.

Bapa, urapilah aku dengan roh kasih dan kepemimpinan yang dari-Mu. Berilah kepadaku hati yang tahu menimbang yang baik juga takut kepada-Mu. Pimpinlah segala keputusan yang kuambil agar banyak orang diberkati. Dan, anugerahkanlah kepadaku orang-orang yang setia dan bisa kupercaya. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Mazmur 85:11
Continue reading ...

September 05, 2013

RENCANA KASIH

0 komentar

Sambil bercanda, teman saya pernah memberi tahu saya pertanyaan terbesar dalam hidupnya, dan itu adalah "Mengapa si Unyil berjalan di got?" Hahaha... maklumlah, teman saya ini cukup penasaran dengan boneka Unyil yang dilihatnya di televisi semasa kecil dulu. Tapi, buat saya, salah satu pertanyaan terbesar dalam hidup ini adalah 'apa alasan Allah menciptakan dunia ini dan segala isinya jika Ia sudah tahu sejak awal bahwa dunia ini akan hancur juga?'

Hal pertama yang coba saya pahami adalah penciptaan manusia. Alkitab dengan jelas memberi tahu kita bahwa sebelum Allah menciptakan manusia, Ia mengadakan terlebih dahulu cakrawala, daratan, bintang, bulan, siang, malam, hingga tumbuhan dan binatang. Baru setelah itu Ia menciptakan Adam dan Hawa dan memberi mereka tugas yang luar biasa: Beranak cucu, memenuhi bumi, dan menguasainya. Bukankah ini luar biasa? Seolah bumi ini sengaja diciptakan bukan untuk ciptaan yang lain, melainkan hanya untuk manusia. Jika saya posisi bumi lebih dekat dengan matahari, manusia mungkin tidak akan bertahan hidup. Jika saja tidak ada ozon, tumbuhan, dan cahaya, manusia tidak akan bisa bernafas dan tinggal hidup.

Hal lainnya yang coba saya pahami adalah betapa Allah sudah merancangkan segalanya bagi kita. Meskipun Ia tahu bahwa manusia akan memilih untuk tidak menaati-Nya, Ia tetap memberikan Eden. Meskipun Ia tahu bahwa objek kesayangan-Nya itu akan menyakiti hati-Nya, Ia tetap merancangkan keselamatan, bahkan Ia rela memberikan Yesus supaya rencana kasih-Nya kepada manusia tidak rusak. Ia adalah Allah yang benar-benar mengasihi kita, bukan?

Bapa, terima kasih untuk kasih-Mu yang besar dan berlimpah. Ampunilah aku yang seringkali menyakiti hati-Mu dan melupakan kasih-Mu yang besar itu. Aku ingin hidupku hanya untuk mengasihi-Mu. Bapa, sekali lagi, aku mengasihi-Mu. Amin

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Kejadian 1:1
Continue reading ...

September 04, 2013

MENGASIHI MUSUH

0 komentar

Menurut saya, topik ini adalah topik tersulit yang pernah saya bagikan ketika saya masih remaja. Sulit karena seolah tidak ada nalar/logika/penjelasan yang tepat yang dapat membuat sebagian teman-teman remaja saya saat itu untuk mengasihi atau mengampuni musuh. Alasannya... ada yang bilang, "Kok enak dimaafin. Wong dia uda bikin aku sakit hati." "Percuma Kak, maafin dia... toh dia nggak ngerasa kalo dia salah. Kita ini yang bakalan disalahin." "Tapi, beneran susah deh, Kak. Mengasihi musuh bebuyutanku? Kayaknya gak mungkin. Secara dia kayak gitu."

Saya berharap Anda yang sedang membaca tulisan ini tidak sedang tersulut amarah dalam kondisi jiwa muda yang labil. Karena jika demikian, mungkin Anda akan berpendapat sama seperti teman-teman saya di atas. Namun jika Anda orang yang mau belajar dan dibentuk oleh firman, renungkanlah baik-baik bacaan kita hari ini dan bukalah hati untuk Allah. Ia sedang berkata kepada kita, "Ampunilah, lupakanlah, dan kasihilah."

Mengasihi orang yang menyakiti kita saya akui bukanlah hal yang mudah. Saya juga sementara belajar ke arah sana, kepada pengampunan dan kasih. Yang pasti, jika kita ingin mencari teladan dan bukti, kita punya jawabannya, Yesus. Ia sudah terlebih dahulu melakukannya; Ia berdoa bagi mereka semua yang menyakiti-Nya.

Apabila kita merasa kekurangan kasih, kita bisa memintanya dari Allah. Ia akan membantu kita melepaskan kasih dan pengampunan kepada orang lain, sebagaimana Ia telah melakukannya kepada kita dengan mengampuni dan mengasihi kita. Datanglah kepada-Nya untuk pemulihan yang sempurna agar kita mampu mengasihi orang yang melukai kita.

Bapa, ampunilah aku yang sedang kesulitan untuk mengampuni musuhku. Berkatilah mereka dan ampunilah mereka, Bapa. Pulihkanlah juga hatiku yang penuh dengan kebencian dan penuhilah dengan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Allah yang Maha Pengasih, Amin.

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Matius 5:43-44
Continue reading ...

September 03, 2013

KONSISTENSI TAK TERTANDINGI

0 komentar

Ia masih hidup ketika anak bungsunya menuntut harta warisannya. Ia masih hidup ketika anaknya yang dikasihinya itu memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Ia masih hidup ketika anaknya tidak lagi memikirkan dirinya dan hidup berfoya-foya di luar sana. Ia masih hidup ketika anaknya jatuh miskin dan ditinggalkan kawan-kawannya. Ia masih hidup ketika anaknya mengingat tentangnya dan memutuskan untuk pulang. Ia masih hidup ketika dari kejauhan anaknya melangkahkan kaki ke arahnya. Tidak hanya itu saja, ia juga tetap menyimpan kasih sayang yang sama kepada anaknya yang durhaka itu, sebelum maupun sesudah ia menyakitinya. Ia adalah bapa yang amat sangat baik.

Bapa kita di sorga memang Bapa yang amat sangat baik. Kasih-Nya tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Ia mengasihi kita dengan kuantitas yang sama  seperti Ia mengasihi kita 10 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu, 50 tahun yang lalu, bahkan sejak dunia ini belum dicipta. Bagaimana mungkin kita menemukan kasih yang seperti kasih-Nya? Sahabat bisa menyakiti kita. Pasangan bisa mengkhianati kita. Bahkan, keluarga bisa menolak kita. Tapi Dia? Dia tetaplah Allah yang mengasihi kita.

Konsistensi kasih yang seperti ini tidak akan pernah dapat kita temukan di tempat lain. Alasannya mudah, karena kasih Allah lebih kuat dari kasih manapun di alam semesta. Kita bisa saja mengasihi Allah dengan tulus, akan tetapi kasih kita lemah dan terkadang goyah oleh angin masalah. Sebaliknya, kasih Allah tidak akan sedikitpun dapat digoyahkan oleh apapun. Sekali Ia mengasihi, maka Ia akan mengasihi dengan segenap hati, dan tidak ada satu hal pun yang dapat mencabut kasih itu dari-Nya. Syukurlah... kasih Allah tidak bergantung pada kesetiaan kita yang rapuh, namun karena Ia adalah setia.

Bagaimanapun keadaan Anda, Bapa sedang menunggu untuk bisa menunjukkan kasih-Nya kepada Anda. Ia tidak akan pernah menolak Anda jika Anda datang dalam keadaan hancur hati. Ia akan selalu menerima Anda dan mengasihi Anda. Jadi, jangan sia-siakan kasih yang demikian. Datanglah kepada-Nya dan pulihkanlah kasih Anda kepada-Nya. Ia sedang menunggu Anda pulang.

Bapa, ampunilah kasihku yang tidak sempurna, yang seringkali dicemari oleh kesalahan dan dosa. Pulihkanlah dan tahirkanlah aku oleh kasih-Mu yang tidak berubah, supaya aku mengerti kasih yang sesungguhnya dan tahu berterima kasih. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Lukas 15:20
Continue reading ...

September 02, 2013

MENGASIHIMU MESKI...

0 komentar

Kata orang, "Ada uang, abang disayang. Tidak ada uang, abang ditendang." Wuih... keren ya?... cinta yang termotivasi oleh harta. Tapi inilah yang memang seringkali terjadi, bukan? Dalam kenyamanan, seseorang dapat dengan mudah mengasihi orang lain, mempedulikan orang lain, memperhatikan orang lain. Kita bisa melihat beberapa anak sekolah yang pergi ke mana-mana dengan teman-teman "borju" mereka; jalan-jalan ke mall, makan-makan di McD atau PH. Kita bisa mendengar deretan nama wanita-wanita cantik di sekitar seorang milyader. Ya, di sekitar gula, pasti banyak semut berkerumun.

Kalau contoh di atas kita terapkan dalam kehidupan kekristenan, maka orang-orang yang setia hanya mereka yang diberkati saja. Sekalinya masalah datang atau kekurangan menghalang, orang akan dengan mudah tidak ke gereja dan meninggalkan pelayanan mereka kepada Allah. Lalu, apakah kita termasuk sebagai orang-orang yang demikian?

Ayub seringkali dijadikan sebagai contoh terbaik tentang apa arti dari mengikut Tuhan. Ia yang dicobai sedemikian rupa diakui sendiri oleh Allah sebagai orang tidak berdosa dalam perkataannya. Ia orang yang selain tahu menahan lidah, juga tahu makna dari kata "setia". Ia yakin bahwa Allah mengerti kondisinya dan tidak akan berlarut-larut membiarkannya dalam kesengsaraan yang amat sangat. Ia adalah orang yang tahu mengasihi sekalipun ia kehilangan segala-galanya. Mampukah kita seperti dia? Tetap setia dan mengasihi Allah sekalipun kita tidak punya apa-apa?

Ayub mengerti penderitaan itu sementara. Ia memahami bahwa sorga adalah kekekalan yang patut untuk dinanti-nantikan. Jadi, baginya, sekalipun dalam dunia ia harus kehilangan segalanya, itu hanyalah kondisi di mana ia sedang kembali kepada keberadaan alamiahnya: Dilahirkan ke dunia tanpa membawa apa-apa, dan meninggalkan dunia tanpa membawa apa-apa.

Kalau saat ini kita sedang diuji dalam hal harta dan kenyamanan kita, ingatlah hal ini, bahwa semua itu tidak kita bawa sewaktu kita lahir ataupun mati. Sorga adalah harta yang sesungguhnya. Kita hanya perlu bertahan "sebentar" di dunia.

Bapa, terima kasih untuk keadilan dan kebenaran-Mu. Aku sungguh tidak membawa apapun ketika aku datang maupun pergi dari dunia ini. Ampunilah aku yang terkadang lebih terikat dengan dunia ini. Aku mau belajar untuk mengasihi-Mu lebih dari segala sesuatu di muka bumi. Amin

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil,
terpujilah nama TUHAN!
Ayub 1:21
Continue reading ...

September 01, 2013

ALLAHKU > MASALAH

0 komentar

Masalah datang bertubi-tubi seolah tidak pernah berhenti. Belum selesai yang satu, eh... sudah datang masalah lain lagi. Siapa di antara kita yang tidak punya masalah? Tidak ada bukan? Bahkan anak kecil juga punya masalah. Pertanyaannya adalah, dapatkah kita bertahan serta menyelesaikan semua penghalang yang ada untuk terus maju ke depan?

Cara setiap orang menanggapi masalah bermacam-macam. Ada yang tegar, ada yang berpura-pura tegar, ada yang tenang atau berpura-pura tenang, ada juga yang kelabakan seperti orang kebakaran jenggot, tidak bisa tenang ataupun diam, bahkan sampai stres, dan yang lebih buruk namun makin jadi tren... bunuh diri. Kalau kita, Anda dan saya, termasuk orang yang mana ya?

Kita orang Kristen mungkin sering menyanyikan lagu-lagu seperti Lebih dari Pemenang, Ku tak Akan Menyerah, dan pujian-pujian pembangkit iman lainnya, tapi tidak jarang kita tetap saja lemah, galau, dan tidak percaya kepada Allah. Kita yang seharusnya menghadapi masalah dengan penyerahan kepada Tuhan, seringkali dikalahkan oleh kecemasan dan kekuatiran kita. Apakah dengan demikian kita dapat meyakinkan orang lain bahwa kita ini orang Kristen yang berkemenangan karena kita punya Allah yang besar?

Ketika masalah datang dan kesulitan menghadang, itu adalah saat di mana keyakinan kita diuji; akankah kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, akankah kita langsung lemah tak berdaya, akankah kita datang dan memohon pertolongan dari Allah? Allah kita lebih besar dari segala masalah, jadi langkah paling tepat yang pernah kita ambil ketika masalah itu muncul adalah datang kepada Allah.

Bapa, terima kasih untuk kebesaran dan keagungan-Mu. Engkau lebih besar dari segala sesuatu, termasuk masalah-masalahku. Karena itu, Bapa, aku tidak akan ragu lagi untuk percaya kepada-Mu. Amin

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Yohanes 1:3-5
Continue reading ...

August 20, 2013

PEMBELA DAN PENDENGAR

0 komentar

Allah yang mendengar doa
Allah yang mendengar seruan
Aku puji dan tinggikan nama-Mu
Allah semesta sekalian alam

Engkau adil dan setia
Ajaib dan dahsyat segala jalan-Mu
Tak bercacat dan bercela dalam laku-Mu
Hanya Kau yang benar, tiada yang lain

Segala putusan-Mu baik
tidak ada yang tidak berkenan
Segala pilihan-Mu sempurna
tiada kesalahan dan kecurangan di dalamnya

Kepada doa dan seru Engkau sendengkan telinga
kepada serah dan pasrah Engkau berikan hati
Berbahagialah orang yang mencari Engkau
yang mengandalkan Engkau dalam setiap jalannya

Beruntunglah aku mempunyai Engkau
yang sanggup mengubahkan keadaan
yang sanggup memperbarui kondisi
yang sanggup membalikkan situasi

Aku serahkan segala mimpi dan citaku
Aku mohon ampun atas dosa-dosaku
Hanya pada-Mu, Tuhan, aku berseru
Ya Allah, pembela dan pendengarku
Continue reading ...

August 19, 2013

KALAHKAN KESEPIAN 3

0 komentar

"Keluarga... di luar pulau. Saudara... di luar kota. Teman dan sahabat... pada sibuk sama keluarga dan kerjaannya sendiri-sendiri. Aku gimana dong?"

Sebagai anak kos atau orang perantauan, kesepian adalah perasaan yang seringkali menghinggapi. Udah anak kos, perantauan, sakit lagi. Belum lagi kalau semua orang di kos-kosan atau kontrakan pada mudik. Atau kalaupun ada orang, yang ada justru tetangga yang kurang simpatik atau pengennya ngajakin gosip melulu. Walah!!! Gimana ya ini???

Kawan, memang kesepian terkadang sukar untuk ditahan. Kita bisa saja berada di antara kerumunan orang banyak namun merasa kesepian. Kita juga bisa dikelilingi famili dan sahabat namun tetap merasa kesepian. Nah, kalau sudah demikian apa lalu kita biarkan? Jangan dong. Nanti kita malah seperti Elia... "mati aja, Tuhan." Carilah jalan agar kita tidak terus merasa kesepian, dan salah satunya adalah dengan menjadi teman atau sahabat orang lain.

Lho... bukannya kalau kita kesepian harusnya orang lain yang datang dan menjadi teman atau sahabat buat kita ya? Memang benar bahwa rasa sepi akan hilang jika kita berkawan, tetapi apakah kita akan selamanya menunggu kawan itu datang? Kenapa kita tidak coba dengan menjadi kawan bagi orang lain? Adalah lazim untuk menerima pertolongan orang lain, namun memberi di saat kita sendiri kesulitan adalah hal luar biasa. Selain mendapatkan "obat" untuk penyakit kita, kita dapat sekaligus "mengobati" orang lain juga. Menunggu hal yang baik datang tidaklah salah, hanya saja berlomba-lomba untuk lebih dulu melakukan kebaikan kebenaran yang lebih baik lagi.

Kita bisa saja bermuka muram saat masalah itu datang. Namun menunjukkan senyum meski masalah itu terjadi adalah bukti bahwa kita punya pengharapan yang jauh lebih besar dari masalah kita. Jadi, masihkah kita menunggu seorang kawan untuk mendatangi kita? Tidak. Kita akan berlomba-lomba untuk lebih dulu menjadi kawan bagi mereka yang Allah berikan dalam hidup kita, orang-orang di sekitar kita.

Bapa, ampuni aku yang seringkali mengeluh dan merasa sendiri, tidak menyadari kehadiran-Mu dalam hidup ini. Ajar aku untuk selalu melihat Engkau dan ajar pula aku untuk mengusir rasa sepiku dengan menjadi kawan bagi setiap orang yang ada di sekelilingku. Ajar aku menunjukkan diri-Mu kepada mereka, Bapa... menunjukkan bahwa aku sebenarnya tidak pernah perlu merasa kesepian. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Allah imanuel, Amin.

Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.
Amsal 18:24
Continue reading ...

August 18, 2013

TEMPAT PELARIANKU

0 komentar

Saya yang dulu pasti akan merasa senang jika ada demonstrasi di pabrik tempat saya bekerja. Kami sering sekali tidak percaya dengan sebagian besar keputusan pabrik, terutama menyangkut keuangan/gaji buruh karena isu-isu penyelewengan dana. Sampai bulan ini, saya akhirnya memutuskan untuk ikut dalam rapat pabrik yang membicarakan tentang masalah THR karyawan. Setelah mendengar dan ikut sendiri apa kata perwakilan pabrik pikiran saya lebih terbuka dan saya berusaha menempatkan posisi saya untuk lebih memahami kebijakan yang dikeluarkan.

Begitu selesai rapat, saya keluar menemui teman-teman saya. Saya mencoba menjelaskan apa yang saya dengar dan lihat namun rekan-rekan saya tidak mau dengar. Mereka masih tidak percaya dengan keputusan-keputusan pabrik, mereka bahkan menuduh saya bersekongkol dengan pabrik. Mereka tetap menuntut kenaikan THR (padahal menurut saya pribadi, THR kami tahun ini sudah cukup baik dari THR kami tahun-tahun sebelumnya). Sekitar lebih dari 2000 buruh akhirnya berdemonstrasi.

Saya yang dituduh seperti itu, melihat emosi rekan-rekan saya yang seperti itu, memutuskan untuk bersembunyi di toilet pabrik. Sambil menangis karena takut kalau-kalau orang sebanyak mengamuk, termasuk kepada saya, saya berdoa dan menghubungi teman gereja saya untuk ikut mendoakan saya. Dua hari kerja saya harus pulang pergi tanpa menyentuh pekerjaan satu pun. Saya bersembunyi di toilet.

Puji Tuhan, setelah lelah dengan ulahnya sendiri, rekan-rekan saya akhirnya berhenti berdemo. Saya bisa kembali bekerja dan pembagian THR pabrik berjalan dengan baik. Saya tidak tahu apa yang mungkin bisa saya alami, yang saya tahu Tuhan menyertai hingga saya bisa ada sampai hari ini. Haleluya, terpujilah Tuhan!
Continue reading ...

August 17, 2013

PENDENGAR DOA

0 komentar

Salah satu masalah terbesar dalam hidup saya adalah beberapa tahun lalu, ketika suami saya dituduh mencuri di pabrik tempat ia bekerja. Waktu itu, tanpa sepengetahuan dirinya, seorang tukang becak masuk ke pabrik dan mengambil beberapa drum milik pabrik untuk dijual atas izin dari mandor suami saya; kata mandornya hal ini sudah mendapat persetujuan atasan. Akan tetapi, keesokan harinya suami saya yang akhirnya dituduh mencuri drum-drum itu.

Karena kejadian itu, saya dan suami saya sempat duduk bersama untuk memperjelas masalahnya, dan suami saya tetap teguh dengan kata-katanya sebelumnya bahwa ia tidak mencuri apapun dari pabrik. Tidak percaya, pabrik memproses masalah itu ke kepolisian dan suami saya sempat ditahan sehari semalam. Saat itulah saya belajar untuk benar-benar berserah kepada Tuhan. Saya melihat kembali kehidupan saya, saya ternyata kurang berdoa. Malam itu, saya datang kepada Tuhan, menangis dan memohon keadilan.

Puji Tuhan, Tuhan itu baik. Keesokan harinya suami saya dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dari tahanan. Dan sejak saat itu saya menghidupkan kembali kehidupan doa saya. Saya menjadi senang berdoa, khususnya doa malam.

Doa bukan hanya omong kosong belaka. Saat kita datang kepada Tuhan dalam doa yang sungguh, Tuhan sanggup mengubah keadaan apapun. Dan saat kita hidup dalam doa, Tuhan akan menyatakan lebih banyak hal dalam hidup kita. Puji Tuhan, Allah yang mendengar doa.

By: K
Continue reading ...

August 16, 2013

ALLAH SEGALA HIKMAT

0 komentar

Pernahkah Anda melakukan kesalahan dalam pekerjaan Anda? Sebagai anak training, saya bahkan mungkin sudah melakukan puluhan kesalahan. Salah satunya membuat saya harus ganti rugi sekian puluh ribu rupiah. Saya bersyukur rekan dan atasan saya masih bisa mentolerir kesalahan-kesalahan saya dan bersedia untuk mengerti saya. Coba kalau tidak, belum sebulan kerja saya pasti sudah dipecat.

Saya merenungkan banyaknya kesalahan yang buat. Saya bahkan sudah mencatat semuanya, dan rata-rata diakibatkan oleh ketidaktelitian saya. Saya berpikir dan berpikir, kenapa saya bisa melakukan kesalahan sebanyak itu ya? Akhirnya saya sadar, ada yang salah dalam hidup saya. Sudah cukup lama saya tidak berdoa dan merenungkan firman. Saya juga sempat menyimpan dosa lain yang pastinya membuat Tuhan tidak senang.

Mengetahui akan hal ini, saya kemudian berdoa dan memohon ampun kenapa Tuhan. Saya mulai berdoa lagi dan merenungkan Alkitab lagi. Saya kembali membaca kitab Amsal dan memohon hikmat kepada Tuhan. Dan, puji Tuhan, saya merasakan Tuhan bekerja. Saya merasakan hikmat baru Ia kerjakan dalam hidup saya. Ia membuat saya lebih cekatan dan lebih teliti dari sebelum-sebelumnya sehingga kesalahan saya juga berkurang. ^ ^

Allah kita adalah sumber dari segala hikmat dan kebaikan. Asalkan kita hidup sesuai kehendak-Nya, Ia tidak akan segan-segan menjadi pembela kita. Haleluya!!!
Continue reading ...
 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger