September 01, 2013

ALLAHKU > MASALAH


Masalah datang bertubi-tubi seolah tidak pernah berhenti. Belum selesai yang satu, eh... sudah datang masalah lain lagi. Siapa di antara kita yang tidak punya masalah? Tidak ada bukan? Bahkan anak kecil juga punya masalah. Pertanyaannya adalah, dapatkah kita bertahan serta menyelesaikan semua penghalang yang ada untuk terus maju ke depan?

Cara setiap orang menanggapi masalah bermacam-macam. Ada yang tegar, ada yang berpura-pura tegar, ada yang tenang atau berpura-pura tenang, ada juga yang kelabakan seperti orang kebakaran jenggot, tidak bisa tenang ataupun diam, bahkan sampai stres, dan yang lebih buruk namun makin jadi tren... bunuh diri. Kalau kita, Anda dan saya, termasuk orang yang mana ya?

Kita orang Kristen mungkin sering menyanyikan lagu-lagu seperti Lebih dari Pemenang, Ku tak Akan Menyerah, dan pujian-pujian pembangkit iman lainnya, tapi tidak jarang kita tetap saja lemah, galau, dan tidak percaya kepada Allah. Kita yang seharusnya menghadapi masalah dengan penyerahan kepada Tuhan, seringkali dikalahkan oleh kecemasan dan kekuatiran kita. Apakah dengan demikian kita dapat meyakinkan orang lain bahwa kita ini orang Kristen yang berkemenangan karena kita punya Allah yang besar?

Ketika masalah datang dan kesulitan menghadang, itu adalah saat di mana keyakinan kita diuji; akankah kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, akankah kita langsung lemah tak berdaya, akankah kita datang dan memohon pertolongan dari Allah? Allah kita lebih besar dari segala masalah, jadi langkah paling tepat yang pernah kita ambil ketika masalah itu muncul adalah datang kepada Allah.

Bapa, terima kasih untuk kebesaran dan keagungan-Mu. Engkau lebih besar dari segala sesuatu, termasuk masalah-masalahku. Karena itu, Bapa, aku tidak akan ragu lagi untuk percaya kepada-Mu. Amin

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Yohanes 1:3-5

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger