September 18, 2013

TAK HENTI MEMBERI

1 komentar

Saya mengenal seorang ibu yang belum lama ini bergabung di gereja kami. Saya tahu ia bukan orang kaya, jadi setiap kali selesai ibadah, saya sempatkan untuk menyalami dan memberinya sedikit uang. Hal itu berulang kali terjadi. Meski tidak banyak, saya usahakan untuk memberinya sedikit uang, sekalipun itu berarti saya tidak punya uang lagi ketika saya pulang dari gereja.

Satu saat saya kehabisan uang, dan hanya 2 ribu rupiah yang tersisa di saku saya. Ibu itu tidak pernah lupa menyalami tangan saya, berharap kalau-kalau saya bisa memberinya uang. Tapi masakan saya memberinya hanya 2 ribu, kata hati saya. Sepulang ibadah saya seolah merasa tidak tenang. Wajah ibu itu selalu terbayang dalam benak saya. Saya berpikir, "Andai saja tadi saya punya cukup uang untuknya?"

Tuhan tahu isi hati saya, karena Ia tahu segalanya. Ia juga tahu kebutuhan saya dan keluarga saya. Hari ini, keponakan saya datang dari luar pulau. Kedatangannya tidak saya bayangkan sama sekali karena sejak neneknya yang di sini meninggal, saya pikir ia tidak akan mengunjungi pakdenya lagi. Namun hari ini ia datang dan menjadi saluran berkat Allah untuk saya dan keluarga. Dari kami ia tahu rumah bahwa rumah neneknya akan kami perbaiki melihat banyaknya kayu yang sudah rapuh sehingga rumah itu bisa roboh sewaktu-waktu. Ia menawarkan bantuan dan memberi pakednya (suami saya) sejumlah uang untuk keperluan sehari-hari. Tahukah Saudara? Jumlah pemberiannya adalah beberapa kali lipat dari uang yang biasa saya sisihkan untuk ibu tadi.

Allah kita adalah pemelihara. Ia tidak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya yang sungguh-sungguh mencari Dia kekurangan dan meminta-minta. Ia justru akan memberkati mereka supaya mereka bisa memberi, bukan meminta, lebih dan lebih lagi. Jadi, buat Saudara yang Tuhan gerakkan untuk memberi, jangan pernah berhenti memberi. Terpujilah Tuhan!!!
Continue reading ...

September 17, 2013

PARASIT TERBURUK SEPANJANG MASA

0 komentar

Hewan ini seperti alien. "Masa sih?" Ia benar-benar menjijikkan, mengerikan, membuat bulu kudu merinding.
Hewan ini bisa mengendalikan pikiran hewan lain, menguasai tubuh dan menghilangkan nyawa inangnya.

Cacing serangga menurut saya adalah salah satu parasit paling mengerikan di muka bumi. Setelah hidup di kotoran hewan dalam bentuk serat, ia menunggu serangga atau siput datang "membawanya". Dengan mudahnya lengket di lendir siput, ia mulai tumbuh dalam tubuh siput dan mengisi tentakelnya, menunggu sampai ada burung yang akan memakan siput itu hingga ia bisa menyebar lebih banyak lewat kotoran burung yang memakannya. Kalau tidak juga ada burung yang datang memakan siput itu, parasit inilah yang menguasai pikiran siput itu untuk merangkak ke dedaunan yang paling atas, tempat yang paling mudah dilihat oleh para burung, untuk bunuh diri.

Jika ia mendapat kesempatan lebih cepat untuk "tertangkap" oleh serangga, ia akan langsung berkembang dalam tubuh inangnya sampai tubuh inang itu penuh dengan dirinya. Dan bila sudah waktunya, bila serangga itu bersentuhan dengan air, itulah saat di mana cacing ini keluar. Seperti benang yang panjang dan meliuk-liuk, ia keluar dari tubuh inangnya yang tentunya sudah tidak "hidup" lagi. Kalau Anda melihatnya sendiri, Anda tidak akan percaya dengan apa yang Anda lihat, dan Anda pasti akan merasa ngeri.

Cacing serangga parasit bisa digambarkan sebagai dosa. Ia bisa hidup dalam dalam diri siapa saja, menanti saat yang tepat untuk segera menyatakan jati dirinya. Begitu menemukan tempat hidup yang tepat, hati yang kosong, jiwa yang tidak diisi oleh firman Allah, ia akan langsung beraksi. Ia mulai berkembang biak, tumbuh dalam tubuh inangnya sebagai parasit. Tanpa disadari oleh si inang, parasit ini memenuhi tubuhnya, membuat inang itu alat baginya, membuat inang itu sebagai dirinya. Dan akhirnya, parasit dosa ini matang betul, keluar setelah membunuh sang inang.

Alkitab memberitahu kita bahwa keinginan jahat/dosa seringkali menanti di depan pintu kehidupan kita. Begitu ada celah, ia akan masuk dan tumbuh dalam diri kita. Ia dibuahi setiap kali kita menuruti kehendaknya, dan matang ketika kita terus membiarkannya. Kalau sudah demikian, buah apa yang dihasilkannya? Ya... maut. Lalu, setelah mengetahui dan mengerti akan semua ini, apakah kita akan tetap tinggal dalam dosa? Pilihlah saat ini juga, Saudaraku, untuk memilih yang benar. TINGGALKANLAH DOSA DAN JANGAN PERNAH MENYENTUHNYA LAGI!!!
Continue reading ...

September 16, 2013

TINGGALKAN KEBIASAAN BURUK

1 komentar

Kebiasaan apa yang Anda miliki? Apakah kebiasaan-kebiasaan itu baik, ataukah jelek?

Membuang sampah di tempatnya, hidup teratur dan disiplin, menyetir sesuai aturan, minum air putih sesuai kebutuhan tubuh adalah beberapa di antara sekian banyak sikap baik. Kalau semua orang menerapkannya dan menjadikannya kebiasaan sehari-hari, ahh... alangkah indahnya hidup dan bumi ini.

Akan tetapi, sadarkah kita bahwa ada hal-hal lain juga yang patut dijadikan kebiasaan dalam hidup ini? Tahu berterima kasih, menghargai orang lain, menghormati kepentingan bersama adalah sedikit dari hal-hal yang sepatutnya menjadi kebiasaan, bahkan lebih dari itu, menjadi karakter kita.

Mereka yang tumbuh dalam lingkungan yang tidak tahu cara menghargai orang yang lebih tua, akan bersikap tidak menghormati orang lain yang lebih tua darinya, baik itu di lingkungan belajar, bekerja. Mereka yang tumbuh tanpa diajari kapan harus berterima kasih atau cara untuk meminta tolong akan sering berbicara dengan nada dan bahasa memerintah. Pada dasarnya, segala hal yang terjadi di sekitar akan berdampak kepada kita dan membentuk kita. Pada dasarnya, segala hal yang biasa kita lakukan lama-kelamaan akan menjadi karakter kita.

Karakter seperti apa yang kita ingin orang lain lihat dari diri kita? Yang baik atau yang buruk? Terkadang untuk menilai diri sendiri kita membutuhkan pendapat orang lain, karena jawabannya akan lebih obyektif. Saat kita mengenal diri kita dari mata mereka, dari situ kita bisa tahu apa yang harus kita perbaiki. Bila kita ternyata orang yang pemarah, tidak dapat diatur, tidak suka belajar, pendendam, tidak simpatik, maka kita harus berubah. Apakah hal ini akan mudah? Tidak ada yang mengatakan bahwa merubah kebiasaan yang sudah mendarah daging akan mudah, tapi bersama Yesus hal yang demikian akan dimungkinkan. Kita bisa berubah!

Bapa, selidikilah aku, tiliklah hatiku, dan bukakanlah segala yang tidak Kaukenan dari dalam diriku. Aku datang untuk mendengar suara-Mu, bahkan jika itu teguran dan peringatan. Aku mau berubah, Bapa, dan aku butuh bantuan-Mu. Bantu aku untuk menjadi lebih baik, menjadi seperti yang Kau mau, menjadi seperti diri-Mu. Amin

Sebab itu, buanglah setiap kebiasaan yang kotor dan jahat. Terimalah dengan rendah hati perkataan yang ditanam oleh Allah di dalam hatimu, sebab perkataan itu mempunyai kekuatan untuk menyelamatkan kalian.
Yakobus 1:12
Continue reading ...

September 15, 2013

DIA SETIA

0 komentar

"Setia-Mu Tuhan, tegar seperti langit"
Aku bersyukur punya Allah seperti-Mu
yang tidak pernah lalai ataupun ingkar
Tak ada kesetiaan seperti setia-Mu

"Janji-Mu s'perti fajar pagi hari,
yang tiada pernah terlambat bersinar"
Seumur hidup ini tiada kudapati janji s'perti janji-Mu
Pasti, nyata, tak bercela, dapat kupercaya

"Kaulah harapan dalam hidupku"
Kondisi boleh tidak pasti dan membuatku sedih,
namun di dalam-Mu kutemukan jawaban,
harapan yang membangkitkan iman

"You are my Father, provider, You're my deliverer"
Kudapatkan kasih yang tak pernah pudar,
kutemukan penyedia yang taka pernah tidur
Engkaulah pembebasku, penyelamatku

Terima kasih Tuhan, untuk segalanya.
Saat aku hilang jalan dan tidak tahu ke mana untuk berharap
Engkau memberikan jawaban yang tak kuduga
Pekerjaan-Mu baik dan karena itu, aku percaya pada-Mu
Continue reading ...

September 14, 2013

BERKAT PEMULIHAN

0 komentar

Pernahkah Anda mendengar tentang Akhan? Ya, kita mengenalnya dari kasus "dosa Akhan". Wah, ngomong-ngomong apa yang sudah dilakukannya? Yosua 7 memberi tahu kita bahwa Akhan sudah mencuri dari barang-barang yang seharusnya dikhususkan, dan karena kesalahannya itu orang Israel kalah melawan orang Ai. Tiga puluh enam orang Israel tewas dalam pertempuran itu, semua karena kesalahan satu orang.

Kejadian ini mengajar kita tentang satu hal penting, yaitu bahwa dosa tidak hanya mempunyai dampak pada diri satu orang, melainkan orang-orang di sekitarnya juga. Seperti halnya Akhan, saat kita berbuat dosa dan membuat sedih hati Allah, bukan hanya kita yang menerima konsekuensi dari dosa itu, orang-orang di sekitar kita juga.

Rekan sepelayanan kami adalah pemimpin kelompok gereja, sayangnya ia masih hidup dalam miras dan suka mabuk-mabukan. Satu ketika pemimpin kami berbicara kepadanya dan memintanya untuk berubah demi pemulihan hidup yang bisa dialaminya. Dan benar... Setelah ia memutuskan untuk menjalani hidup yang baru, ia diberkati, keluarganya juga diberkati, dan Allah mengangkatnya menjadi salah seorang pembina dan pemimpin kami yang aktif dengan pelayanan yang memberkati hingga kini. Saya juga demikian. Saya pernah jatuh dalam pornografi dan mengalami banyak kegagalan. Namun ketika saya mohon ampun kepada Allah dan meminta pemulihan, memutuskan untuk berubah agar bisa membuktikan sendiri firman Tuhan ini, sekarang saya diberkati dengan pekerjaan yang baik dan keluarga yang setia melayani.

Apakah Anda masih hidup dalam dosa? Apakah Anda merasa sering gagal dan sulit untuk maju dalam hidup? Jika ya, bertobatlah sekarang, bukan demi Anda sendiri melainkan juga untuk orang-orang yang Anda kasihi. Jika Anda ingin bangsa, kota, pekerjaan, studi, gereja, keluarga Anda diberkati, tinggalkanlah dosa, maka Anda akan melihat pemulihan yang belum pernah Anda lihat dari Allah sebelumnya terjadi dalam hidup Anda.

Bapa, ampunilah segala dosa-dosaku. Aku bersalah tidak hanya pada-Mu, tapi juga kepada mereka yang ada di sekitarku. Aku tidak sadar bahwa dosaku telah melukai mereka juga. Bapa, pulihkanlah hidupku. Aku mau hidup dalam firman dan jalan-jalan-Mu. Amin

dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
2 Tawarikh 7:14
Continue reading ...

September 13, 2013

TAAT PERATURAN

0 komentar

Sebagai seorang staf human resources, saya meneliti alasan di balik tidak dilanjutkannya kontrak beberapa karyawan perusahaan kami. Di antara sekian banyak sebab, alasan yang paling umum adalah pelanggaran. Sudah diberitahu tugas-tugasnya, masih saja tidak dilaksanakan. Sudah diwanti-wanti jangan terlambat atau bolos, masih juga dilakukan. Sudah diperingatkan agar kesalahan-kesalahan yang lalu tidak diulangi, tetap saja dikerjakan. Intinya, bagi orang-orang ini peraturan seolah dibuat untuk dilanggar.

Kita manusia hidup di dunia dengan berbagai macam peraturan. Orang percaya dan mereka yang tidak percaya sama-sama hidup dalam peraturan. Berlalu lintas sesuai rambu-rambu jalan. Saling menghormati satu sama lain; tua-muda, atasan-bawahan, suami-istri, orang tua-anak. Hidup di desa ataupun di kota, bahkan di hutan dan lautan, juga makhluk hidup lain di dalamnya, pasti memiliki aturan. Masalahnya adalah, kita mau menaatinya atau tidak. Kalau semua orang memilih untuk melanggar, maka dunia ini pasti akan semrawut dan tidak karuan. Kalau begitu, apakah kita termasuk mereka yang berpikir bahwa peraturan ada untuk dilanggar?

Alkitab juga memberikan kepada kita banyak peraturan. Jangan begini, jangan begitu. Lakukan ini, lakukan itu. Tinggal kita mau taat atau tidak, itu Allah serahkan kepada kita. Allah kita sungguh luar biasa, bukan? Di tengah dunia yang diciptakan-Nya dengan begitu indah, Ia membebaskan kita untuk taat atau tidak taat. Dengan mengambil resiko bahwa ciptaan-Nya akan hancur karena ketidaktaatan, Ia memilih untuk mengasihi kita dengan memberi kita kebebasan untuk memilih. Ia memberi tahu kita konsekuensi dari setiap tindakan yang kita ambil, dan mendorong kita untuk melakukan kebenaran supaya kita tidak perlu menanggung konsekuensi itu. Sayangnya, kita seringkali bandel, ya ndak? Sudah tahu dosa, masih saja kita lakukan.

Sebagai supervisor human resources tertinggi di alam semesta, Allah tidak memecat kita karena kesalahan kita. Ia sebaliknya menanggung kesalahan kita dan membiarkan diri-Nya menerima sanksi yang berat itu, maut. Kalau kita karyawan yang baik, akankah kita menyia-nyiakan pengorbanan pimpinan kita itu?

Jadilah orang-orang yang taat kepada setiap perkataan Allah. Kejarlah kebaikan dan ketaatan. Bukannya rugi, kita justru akan mendapat banyak keuntungan dari sikap kita itu karena Allah memperhitungkannya.

Bapa, terima kasih peringatan-peringatan-Mu. Itu adalah terang bagi jalan-jalanku. Tunjukkanlah kepadaku jalan-jalan-Mu supaya aku tidak sesat, dan tegorlah aku bila jalanku mulai serong agar aku jauh dari maut. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.
Amsal 13:13
Continue reading ...

September 12, 2013

SEPERTI LEBAH MADU

0 komentar

Hari ini teman saya menceritakan suatu perumpamaan kepada saya tentang memberi. Di situ ia memberikan tiga contoh hal yang berbeda sehubungan dengan memberi; ada batu api, spons, dan lebah madu.

Batu api selain unik, namanya memang berkaitan dengan api. Kita bisa membuat api dari batu api tapi bukan berarti kita bisa membuat nyala api besar keluar darinya. Ia hanya seperti pemantik yang memberi percikan (pancingan) kecil api. Spons berbeda lagi. Ia tidak bisa membuat api, namun bisa menyerap cairan di sekitarnya. Sayangnya, seringkali untuk mengeluarkan air dari dalam spons kita harus memerasnya. Lebah juga beda lagi. Lebah akan tinggal dalam koloni dan bekerja untuk mengumpulkan madu. Bagaimanapun banyaknya madu yang dipanen oleh peternak lebah, lebah akan tetap mengumpulkan madu yang manis.

Dalam kaitannya dengan memberi, teman saya tidak menyarankan saya untuk menjadi seperti batu api yang cuma sedikit-sedikit saja kalau memberi, atau seperti spons yang harus dipaksa (diperas) agar memberi (mengeluarkan sesuatu). Di luar kedua hal itu, teman saya ini mengingatkan saya untuk memberi seperti halnya lebah, yang akan terus dan terus menghasilkan madu yang manis untuk dinikmati siapa saja. Nah, selama ini kita termasuk pemberi yang seperti apa ya? Batu api, spons, atau lebah?

Memberi adalah salah satu bentuk kasih. Kita memberi karena kita sedang menyatakan kasih kita kepada seseorang. Hari ini kita diingatkan untuk tidak memberi sedikit-sedikit (irit-irit) atau karena terpaksa, melainkan karena kita senang melakukannya. Nah, kalau kepada mereka yang kita kasihi saja kita bisa senang memberi, kenapa kepada Tuhan tidak? Saya setuju dengan pemikiran banyak orang bahwa Tuhan tidak membutuhkan pemberian kita. Kenapa? Karena Ia Allah yang kaya. Seluruh alam semesta ini milik-Nya, jadi apalagi yang bisa kita berikan kepada-Nya? Namun, apakah dengan demikian Allah menolak pemberian kita, karena Ia kaya? Tidak. Ia tetap menerima-Nya. Ia melihat hal itu sebagai bentuk kasih.

Kapanpun Saudara memberi, berilah dengan sukacita dan tidak menahan-nahan, baik kepada sesama terlebih Tuhan. Allah kita tidak akan pernah berhutang. Ia akan membalas kepada setiap orang sesuai dengan apa yang sudah kita kerjakan. Ia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya meminta-minta dan berkekurangan, sebaliknya, Ia akan memberkati mereka. Sekarang, maukah Saudara memberi seperti lebah?

Bapa, terima kasih untuk berkat-berkat-Mu. Ajar aku untuk menjadi murah hati seperti-Mu yang mau memberi dengan tulus dan karena kasih. Ajar aku untuk tidak menahan-nahan pemberianku, baik kepada manusia terlebih kepada-Mu. Ajar aku untuk percaya bahwa Engkau Allah pemeliharaku. Amin

Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan,
suka memberi dan membagi
1 Timotius 6:18
Continue reading ...

September 11, 2013

MILIKI RASA CUKUP

0 komentar

"Hedeh... kalau kantong lagi kempes gini kok pengen yang macem-macem ya? Pengen ini, pengen itu."
"Ya ampun... di rumah cuma ada sayur sama ikan. Aku mau beli mie, pizza, es krim, pokoknya jajan yang enak-enak aja."
"Aku udah punya celana yang biru, kalo gitu besok beli yang hitam sama putih ah! Habis itu cari denim yang aku pengen kemarin, sama..."
"Koleksi gadget udah. Habis ini koleksi sepatu sama tas aja deh."

Wuih... kalo mau dituruti, pengennya semua keinginan dituruti aja ya. Kan enak tuh, pengen ini pengen itu ga masalah. Tapi, kapan ya keinginan manusia bisa berhenti?

Teman, akuilah bahwa terkadang kita mencari-cari yang tidak ada, benar ndak? Di rumah sudah ada lauk cukup, masih pengen yang lain. Kita sudah beli gadget impian, masih naksir yang lain. Kita sudah punya ini itu, masih juga minta yang lain. Hati-hati, Teman, jika kita tidak waspada, bisa-bisa kita dikuasai oleh keinginan kita dan bukan sebaliknya.

Mereka yang sudah dikuasai oleh keinginan seringkali tidak lagi sadar bahwa mereka sudah dikuasai olehnya. Mereka hanya tahu bahwa mereka ingin lagi dan lagi. Layaknya orang yang kecanduan, mereka merasa tidak bisa hidup jika satu saja keinginan mereka tidak dituruti. Layaknya seorang penimbun (hoarder), mereka tidak tahu kapan harus berhenti. Apakah keinginan mereka selamanya menggembirakan dan memberi dampak yang baik untuk orang-orang di sekitar mereka? Tidak. Keinginan "tanpa batas" mereka tidak berdampak (tidak memberi manfaat) apapun, bahkan merugikan orang-orang di sekitar mereka. Contoh: Sekali mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, kekecewaan itu mereka lampiaskan kepada keluarga, teman, atau pasangan.

Memiliki keinginan, sekali lagi, tidaklah salah. Namun, miliki juga rasa cukup. Ketika kita punya rasa cukup, kita akan mensyukuri dan lebih menikmati segala yang ada pada kita. Kalau ada rejeki lebih silahkan penuhi kebutuhan Anda, tapi jangan pernah menyerah pada keinginan karena hal itu tidak akan ada habisnya. Ada yang bilang kalau terlalu sedikit dan terlalu banyak keduanya tidaklah baik, bukan? Jadi, hiduplah dengan rasa cukup.

Bapa, terima kasih untuk segala yang kumiliki sekarang ini. Pimpinlah aku untuk memilih apa yang perlu dan tidak. Berikanlah kepadaku hikmat untuk bertindak berdasarkan kebutuhan, bukan semata-mata keinginan. Bapa, sekali aku aku haturkan kepada-Mu, terima kasih. Amin

Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.
1 Timotius 6:6
Continue reading ...

September 10, 2013

MENGUCAP SYUKURLAH

0 komentar

Masuk ke dunia sekuler membuat saya menyadari banyak hal. Salah satunya adalah... Ketika saya bersyukur bisa mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan yang "cukup" buat saya, ternyata itu "belumlah cukup" bagi rekan-rekan saya. Mereka yang adalah senior-senior saya sudah memiliki "link" yang lebih luas, termasuk pekerjaan dan lowongan mana saja yang bisa mereka masuki untuk mendapatkan gaji yang lebih besar. Melihat dan mendengar hal-hal itu membuat mata saya terbuka bahwa ternyata dunia lebih luas dari yang saya duga.

Jika kita membandingkan pemasukan dan pengeluaran kita sehari-hari, kita pasti berharap mendapatkan penghasilan/pemasukan yang setidaknya cukup untuk pengeluaran sehari-hari. Kalau bisa lebih, kenapa tidak? Itu artinya keadaan kita bisa lebih baik. Kita bisa hidup lebih sejahtera, kita juga bisa menyimpan untuk masa depan. Saya memaklumi pendapat rekan-rekan saya, berusaha dan mencari sesuatu yang baru untuk masa depan yang lebih baik. Saya tahu saya tidak berhak menghakimi keinginan mulia mereka, terlebih mereka yang sedang berusaha tidak untuk diri mereka sendiri, tapi juga untuk keluarga dan orang-orang yang mereka cintai. Namun, satu pertanyaan tetap timbul dalam hati saya? Kalau saya sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan ternyata ada tawaran pekerjaan yang lebih baik lagi, apakah saya akan selalu memilih yang "lebih baik lagi" itu?

Keinginan manusia berhubungan erat dengan apa yang disebut "tidak pernah cukup". Satu waktu kita bisa menginginkan sesuatu dan setelah keinginan itu dipenuhi, kita menginginkan sesuatu yang lain. Begitu seterusnya. Kapan kita akan berhenti? Memiliki keinginan yang mulia dan memberkati tidaklah salah, asalkan kita tidak melupakan yang satu ini, bersyukur. Kita bisa saja menjadi realistis dan terus berusaha untuk sesuatu yang lebih baik seperti kebanyakan orang, namun kita harus selalu ingat untuk mengucap syukur. Kenapa demikian?

Saat kita berusaha, mungkin kita akan gagal. Nah, mereka yang tidak mengerti kata "bersyukur" akan merasa down dan terpuruk, ada juga yang justru berubah negatif dan rela menghalalkan segala cara demi keinginannya. Sebaliknya, mereka yang tahu arti dari "bersyukur" akan melihat segala keadaan dari sudut pandang Allah, yaitu bahwa Ia memberikan yang terbaik untuk mereka yang percaya menurut waktu-Nya.

Berusahalah yang terbaik untuk diri Anda dan mereka yang Anda kasihi. Pergunakan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya karena mungkin kesempatan itu tidak akan datang untuk yang kedua kali. Jangan menyerah jika itu memang impian Anda. Akan tetapi, jika Anda gagal, ingatlah, Allah sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda. Dan, katakanlah, "Tuhan, terima kasih."

Bapa, terima kasih untuk segala berkat yang Engkau percayakan kepadaku sampai hari ini. Kuserahkan segala mimpi dan cita-citaku kepada-Mu. Jadikanlah aku berkat bagi mereka yang Kaupercayakan kepadaku. Dan jika aku jatuh ataupun gagal, ingatkan aku tentang rencana-rencana kasih-Mu. Bapa, sekali lagi, terima kasih. Amin

Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.
1 Tesalonika 5:18
Continue reading ...

September 09, 2013

DREAM COMES TRUE

0 komentar

Hari-hari ini saya dihimpit oleh dua kubu... di kiri saya adalah kubu dengan program penggemukan badan, sebaliknya, di kanan saya adalah kubu dengan program pengurusan badan. Seolah berdiri di antara dua jalan, saya sedikit dipusingkan dengan program teman-teman saya itu. Yang satu sedikit-sedikit merasa lapar dan makannnn terus, yang lain sering puasa dan ketat dengan kalori yang masuk ke mulut. Dalam hati, "Luar biasa sekali teman-teman saya ini!"

Lalu, apa yang sebenarnya bisa saya pelajari dari teman-teman saya ini? Entah itu program penggemukan atau pengurusan, mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh. Mereka puasa, diet, olahraga dan nge-gym, mereka minum suplemen, ngemil, makan dan makan, intinya, mereka melakukan dengan tekun apa yang mereka rencanakan demi tujuan yang mereka idam-idamkan. Beberapa waktu lalu salah satu dari mereka hanya punya "niat" saja, tapi tidak ada tindakan nyata. Kalau demikian, tujuan mulianya tercapai tidak? Tentu saja tidak. Tapi begitu "niat" itu berubah menjadi tindakan, hasilnya, "WOW!!!" Yang ingin gemuk berat badannya naik, yang ingin kurus berat badannya turun.

Kita semua punya impian, punya cita-cita, punya harapan dan angan-angan yang baik. Apakah bermimpi, bercita-cita, berharap, dan berangan-angan itu salah? Tentu tidak. Akan tetapi, jika tidak ada tindakan nyata demi mencapai semua itu, maka semua akan tetap seperti semula, tidak ada yang akan menjadi kenyataan. Sebaik, semulia, seluar biasa apapun niatan kita, jika kita tidak melakukan apa-apa, kita tidak akan melihat hasil apapun.

Jangan tinggalkan impian Anda lalu menyerah, sebaliknya, mari kita lakukan sesuatu sekarang. Sekecil apapun usaha kita, asal kita tekun, pasti ada hasil yang akan kita lihat. Semakin keras kita berusaha, Tuhan tidak akan tutup mata, Ia akan mengubah impian kita menjadi kenyataan.

Bapa di sorga, berkatilah setiap mimpi yang ada dalam hatiku, dan berikanlah aku tangan dan kaki yang mau berusaha dan ketekunan. Jadikanlah aku orang yang rajin supaya nama-Mu dipermuliakan di dalamku. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.

Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.
Amsal 13:3
Continue reading ...

September 08, 2013

JALAN KASIH & KESETIAAN

0 komentar

Alkitab memberi tahu kita bahwa orang Israel adalah orang-orang yang dikenal tegar tengkuk. Dalam satu waktu atau masa mereka bisa tekun beribadah dan mengasihi Allah, namun dalam waktu atau masa lain mereka bertindak sebaliknya, melakukan hal-hal yang Allah benci. Ketika Allah memberikan "sentilan" mereka mungkin sadar, tapi itu tidak bertahan lama, mereka akan kembali lagi melakukan tindakan-tindakan yang menyakiti hati Allah. Hal yang sama berulang puluhan bahkan ratusan kali. Mereka benar-benar adalah orang-orang yang tidak pernah konsisten dengan kesetiaan mereka.

Kita yang disebut Israel-Isreal rohani patut juga bertanya kepada diri kita sendiri, "Apakah aku termasuk golongan orang yang demikian? Yang sekarang setia, namun kemudian tidak setia, lalu setia lagi, lalu tidak setia lagi?" Jika jawabannya "ya", maka kita perlu datang mohon pengampunan dan pemulihan yang dari Allah.

Allah mengasihi mereka yang setia. Allah dekat dengan mereka yang menghiasi jalan-jalannya dengan kasih dan kesetiaan. Yesus sudah membuktikannya kepada kita. Ia setia dalam misi dan hidup-Nya, dan karena itu Ia memperoleh perkenan Allah juga manusia. Apakah kita menginginkan perkenanan Allah dan manusia? pilihlah jalan yang Yesus pilih, kasih dan kesetiaan. Allah tidak akan segan-segan melimpahi kita dengan rahmat dan kasih-Nya.

Bapa, ajarlah aku untuk hidup dengan kasih dan kesetiaan di hadapan-Mu. Ajarlah aku untuk menempuh jalan yang Kaukenan. Tidak menjadi orang yang tidak konsisten dalam kesetiaan, melainkan sebaliknya, hidup menyukakan Engkau. Amin

Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
Amsal 3:3-4
Continue reading ...

September 07, 2013

HARTA SEBUAH HUBUNGAN

0 komentar

Sebelumnya kita sempat membahas kesetiaan pengikut terhadap pemimpin yang intinya kesetiaan tidak didapat dengan cara paksa. Hal yang sama sebenarnya berlaku dalam segala jenis hubungan, entah itu pertemanan, persahabatan, pasangan, dan seterusnya; kesetiaan dari mereka yang ada di sekitar kita akan kita peroleh apabila kita membangun hubungan-hubungan kita tidak dengan tindakan kekerasan melainkan kasih. Tapi, apakah kesetiaan itu benar-benar diperlukan?

Mereka yang menilai hubungan sebagai alat untuk memenuhi keinginan mereka sendiri mungkin merasa tidak terlalu membutuhkan kesetiaan. Asalkan orang-orang di sekitar mereka sudah memenuhi tugasnya sebagai pemenuh kebutuhan, mereka bisa pergi kapanpun mereka suka. Akan tetapi, kesetiaan akan terasa sangat dibutuhkan ketika kita terpuruk. Orang bisa setia saat kita baik dan makmur, tapi belum tentu setia ketika kita jatuh dan terjerumus.

Sahabat yang setia, keluarga yang setia, pasangan yang setia adalah harta bagi setiap orang yang memilikinya. Tidak heran jika semua berharap menemukan orang-orang seperti ini. Lantas, bagaimana cara kita menemukan mereka? Lakukan langkah pertama di atas, landasilah setiap hubungan dengan kasih. Langkah kedua yang mungkin lebih sulit, jadilah orang yang setia bagi mereka yang ada di sisi Anda.

Menjadi setia mungkin adalah langkah sulit namun terampuh yang pernah Anda ambil. Kenapa? Karena di sinilah ujian sejati suatu hubungan. Kesetiaan Anda kepada kawan, sahabat, keluarga, dan pasangan adalah hal terbaik yang dapat Anda berikan dalam sebuah hubungan, walau terkadang kesetiaan Anda tidak dibalas dengan hal yang sama. Namun, menjadi setia akan membuktikan bahwa Anda orang yang pantas untuk menerima kesetiaan, karena orang yang setia akan dibayar dengan ketidaksetiaan juga.

Bapa, terima kasih untuk renungan hari ini yang mengajarku untuk bersikap setia. Berikanlah aku hati yang setia, Bapa, kepada orang-orang yang sudah Kautetapkan di sekitarku. Juga, tunjukkan kepadaku kepada siapa aku sebaiknya setia supaya jalan-jalanku tetap benar di hadapan-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan yang setia, Amin.

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
Amsal 20:6
Continue reading ...

September 06, 2013

HARTA SEORANG PEMIMPIN

1 komentar

Menjadi seorang pemimpin yang berkharisma dan memiliki pengikut-pengikut yang setia tidaklah mudah. Ada yang mengatakan bahwa pemimpin yang demikian memang sudah dilahirkan "demikian"-dari sananya sudah memiliki karakter untuk memimpin, ada juga yang mengatakan bahwa ia dibentuk oleh lingkungan yang sangat mendukung untuk menjadikannya pemimpin. Apapun asal-usulnya, setiap pemimpin pasti menginginkan yang satu ini: dipercaya dan ditemani oleh orang-orang yang setia, bukan oleh mereka yang plin-plan, penjilat, atau memanfaatkan situasi belaka. Tapi, apakah semudah itu memperoleh pengikut yang setia?

Yerobeam seharusnya merasa di atas angin karena ia memperoleh 10 suku di bawah kekuasaanya. Akan tetapi, sikap diktator dan keangkuhan pribadinya mendorongnya untuk tidak lagi takut akan Allah. Ia mendirikan bukit-bukit pengorbanan dan menolak orang lewi dan para imam untuk memegang jabatan iman Tuhan. Hal ini membuat suku Lewi dan orang-orang Israel yang mencintai Allah pergi kepada Rehabeam, bergabung dengan dua suku lainnya, Benyamin dan Yehuda. Satu kesalahan fatal telah dibuat Yerobeam, ia menjadi pemimpin yang tidak takut akan Tuhan, dan itulah sebabnya ia kehilangan suku Lewi yang dikhususkan bagi Tuhan. 2 Tawarikh 11:1-17

Kejadian di atas mengajarkan kepada kita setidaknya satu hal, kesetiaan tidak diperoleh dengan paksaan. Saudara yang berada di posisi-posisi sebagai pemimpin bagi orang lain pasti menginginkan orang-orang yang setia untuk berada dalam deretan anggota Saudara, bukan? Jika ya, terapkanlah kebenaran ini. Sikap diktator hanya akan mendatangkan ketakutan, bukan penundukan. Mereka yang "ya, ya" di hadapan Anda bisa saja bersikap sebaliknya di belakang. Mereka mungkin saja setia kepada Anda tapi itu karena mereka takut, bukan karena mereka segan atau hormat.

Begitu Anda menerapkan kebenaran ini jangan serta merta mengharapkan kesetiaan instan. Kesetiaan membutuhkan waktu dan proses, dan tidak semudah itu mendapatkan pengikut yang setia mendukung Anda. Karena itu, libatkanlah Allah dan kasih dalam segala bentuk tindakan kepemimpinan Anda, Dialah yang akan membantu Anda menemukan harta Anda, orang-orang kepercayaan yang dijamin setia.

Bapa, urapilah aku dengan roh kasih dan kepemimpinan yang dari-Mu. Berilah kepadaku hati yang tahu menimbang yang baik juga takut kepada-Mu. Pimpinlah segala keputusan yang kuambil agar banyak orang diberkati. Dan, anugerahkanlah kepadaku orang-orang yang setia dan bisa kupercaya. Di dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Mazmur 85:11
Continue reading ...

September 05, 2013

RENCANA KASIH

0 komentar

Sambil bercanda, teman saya pernah memberi tahu saya pertanyaan terbesar dalam hidupnya, dan itu adalah "Mengapa si Unyil berjalan di got?" Hahaha... maklumlah, teman saya ini cukup penasaran dengan boneka Unyil yang dilihatnya di televisi semasa kecil dulu. Tapi, buat saya, salah satu pertanyaan terbesar dalam hidup ini adalah 'apa alasan Allah menciptakan dunia ini dan segala isinya jika Ia sudah tahu sejak awal bahwa dunia ini akan hancur juga?'

Hal pertama yang coba saya pahami adalah penciptaan manusia. Alkitab dengan jelas memberi tahu kita bahwa sebelum Allah menciptakan manusia, Ia mengadakan terlebih dahulu cakrawala, daratan, bintang, bulan, siang, malam, hingga tumbuhan dan binatang. Baru setelah itu Ia menciptakan Adam dan Hawa dan memberi mereka tugas yang luar biasa: Beranak cucu, memenuhi bumi, dan menguasainya. Bukankah ini luar biasa? Seolah bumi ini sengaja diciptakan bukan untuk ciptaan yang lain, melainkan hanya untuk manusia. Jika saya posisi bumi lebih dekat dengan matahari, manusia mungkin tidak akan bertahan hidup. Jika saja tidak ada ozon, tumbuhan, dan cahaya, manusia tidak akan bisa bernafas dan tinggal hidup.

Hal lainnya yang coba saya pahami adalah betapa Allah sudah merancangkan segalanya bagi kita. Meskipun Ia tahu bahwa manusia akan memilih untuk tidak menaati-Nya, Ia tetap memberikan Eden. Meskipun Ia tahu bahwa objek kesayangan-Nya itu akan menyakiti hati-Nya, Ia tetap merancangkan keselamatan, bahkan Ia rela memberikan Yesus supaya rencana kasih-Nya kepada manusia tidak rusak. Ia adalah Allah yang benar-benar mengasihi kita, bukan?

Bapa, terima kasih untuk kasih-Mu yang besar dan berlimpah. Ampunilah aku yang seringkali menyakiti hati-Mu dan melupakan kasih-Mu yang besar itu. Aku ingin hidupku hanya untuk mengasihi-Mu. Bapa, sekali lagi, aku mengasihi-Mu. Amin

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Kejadian 1:1
Continue reading ...

September 04, 2013

MENGASIHI MUSUH

0 komentar

Menurut saya, topik ini adalah topik tersulit yang pernah saya bagikan ketika saya masih remaja. Sulit karena seolah tidak ada nalar/logika/penjelasan yang tepat yang dapat membuat sebagian teman-teman remaja saya saat itu untuk mengasihi atau mengampuni musuh. Alasannya... ada yang bilang, "Kok enak dimaafin. Wong dia uda bikin aku sakit hati." "Percuma Kak, maafin dia... toh dia nggak ngerasa kalo dia salah. Kita ini yang bakalan disalahin." "Tapi, beneran susah deh, Kak. Mengasihi musuh bebuyutanku? Kayaknya gak mungkin. Secara dia kayak gitu."

Saya berharap Anda yang sedang membaca tulisan ini tidak sedang tersulut amarah dalam kondisi jiwa muda yang labil. Karena jika demikian, mungkin Anda akan berpendapat sama seperti teman-teman saya di atas. Namun jika Anda orang yang mau belajar dan dibentuk oleh firman, renungkanlah baik-baik bacaan kita hari ini dan bukalah hati untuk Allah. Ia sedang berkata kepada kita, "Ampunilah, lupakanlah, dan kasihilah."

Mengasihi orang yang menyakiti kita saya akui bukanlah hal yang mudah. Saya juga sementara belajar ke arah sana, kepada pengampunan dan kasih. Yang pasti, jika kita ingin mencari teladan dan bukti, kita punya jawabannya, Yesus. Ia sudah terlebih dahulu melakukannya; Ia berdoa bagi mereka semua yang menyakiti-Nya.

Apabila kita merasa kekurangan kasih, kita bisa memintanya dari Allah. Ia akan membantu kita melepaskan kasih dan pengampunan kepada orang lain, sebagaimana Ia telah melakukannya kepada kita dengan mengampuni dan mengasihi kita. Datanglah kepada-Nya untuk pemulihan yang sempurna agar kita mampu mengasihi orang yang melukai kita.

Bapa, ampunilah aku yang sedang kesulitan untuk mengampuni musuhku. Berkatilah mereka dan ampunilah mereka, Bapa. Pulihkanlah juga hatiku yang penuh dengan kebencian dan penuhilah dengan kasih-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus, Allah yang Maha Pengasih, Amin.

Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Matius 5:43-44
Continue reading ...

September 03, 2013

KONSISTENSI TAK TERTANDINGI

0 komentar

Ia masih hidup ketika anak bungsunya menuntut harta warisannya. Ia masih hidup ketika anaknya yang dikasihinya itu memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Ia masih hidup ketika anaknya tidak lagi memikirkan dirinya dan hidup berfoya-foya di luar sana. Ia masih hidup ketika anaknya jatuh miskin dan ditinggalkan kawan-kawannya. Ia masih hidup ketika anaknya mengingat tentangnya dan memutuskan untuk pulang. Ia masih hidup ketika dari kejauhan anaknya melangkahkan kaki ke arahnya. Tidak hanya itu saja, ia juga tetap menyimpan kasih sayang yang sama kepada anaknya yang durhaka itu, sebelum maupun sesudah ia menyakitinya. Ia adalah bapa yang amat sangat baik.

Bapa kita di sorga memang Bapa yang amat sangat baik. Kasih-Nya tidak terbatas oleh tempat dan waktu. Ia mengasihi kita dengan kuantitas yang sama  seperti Ia mengasihi kita 10 tahun yang lalu, 20 tahun yang lalu, 50 tahun yang lalu, bahkan sejak dunia ini belum dicipta. Bagaimana mungkin kita menemukan kasih yang seperti kasih-Nya? Sahabat bisa menyakiti kita. Pasangan bisa mengkhianati kita. Bahkan, keluarga bisa menolak kita. Tapi Dia? Dia tetaplah Allah yang mengasihi kita.

Konsistensi kasih yang seperti ini tidak akan pernah dapat kita temukan di tempat lain. Alasannya mudah, karena kasih Allah lebih kuat dari kasih manapun di alam semesta. Kita bisa saja mengasihi Allah dengan tulus, akan tetapi kasih kita lemah dan terkadang goyah oleh angin masalah. Sebaliknya, kasih Allah tidak akan sedikitpun dapat digoyahkan oleh apapun. Sekali Ia mengasihi, maka Ia akan mengasihi dengan segenap hati, dan tidak ada satu hal pun yang dapat mencabut kasih itu dari-Nya. Syukurlah... kasih Allah tidak bergantung pada kesetiaan kita yang rapuh, namun karena Ia adalah setia.

Bagaimanapun keadaan Anda, Bapa sedang menunggu untuk bisa menunjukkan kasih-Nya kepada Anda. Ia tidak akan pernah menolak Anda jika Anda datang dalam keadaan hancur hati. Ia akan selalu menerima Anda dan mengasihi Anda. Jadi, jangan sia-siakan kasih yang demikian. Datanglah kepada-Nya dan pulihkanlah kasih Anda kepada-Nya. Ia sedang menunggu Anda pulang.

Bapa, ampunilah kasihku yang tidak sempurna, yang seringkali dicemari oleh kesalahan dan dosa. Pulihkanlah dan tahirkanlah aku oleh kasih-Mu yang tidak berubah, supaya aku mengerti kasih yang sesungguhnya dan tahu berterima kasih. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.

Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Lukas 15:20
Continue reading ...

September 02, 2013

MENGASIHIMU MESKI...

0 komentar

Kata orang, "Ada uang, abang disayang. Tidak ada uang, abang ditendang." Wuih... keren ya?... cinta yang termotivasi oleh harta. Tapi inilah yang memang seringkali terjadi, bukan? Dalam kenyamanan, seseorang dapat dengan mudah mengasihi orang lain, mempedulikan orang lain, memperhatikan orang lain. Kita bisa melihat beberapa anak sekolah yang pergi ke mana-mana dengan teman-teman "borju" mereka; jalan-jalan ke mall, makan-makan di McD atau PH. Kita bisa mendengar deretan nama wanita-wanita cantik di sekitar seorang milyader. Ya, di sekitar gula, pasti banyak semut berkerumun.

Kalau contoh di atas kita terapkan dalam kehidupan kekristenan, maka orang-orang yang setia hanya mereka yang diberkati saja. Sekalinya masalah datang atau kekurangan menghalang, orang akan dengan mudah tidak ke gereja dan meninggalkan pelayanan mereka kepada Allah. Lalu, apakah kita termasuk sebagai orang-orang yang demikian?

Ayub seringkali dijadikan sebagai contoh terbaik tentang apa arti dari mengikut Tuhan. Ia yang dicobai sedemikian rupa diakui sendiri oleh Allah sebagai orang tidak berdosa dalam perkataannya. Ia orang yang selain tahu menahan lidah, juga tahu makna dari kata "setia". Ia yakin bahwa Allah mengerti kondisinya dan tidak akan berlarut-larut membiarkannya dalam kesengsaraan yang amat sangat. Ia adalah orang yang tahu mengasihi sekalipun ia kehilangan segala-galanya. Mampukah kita seperti dia? Tetap setia dan mengasihi Allah sekalipun kita tidak punya apa-apa?

Ayub mengerti penderitaan itu sementara. Ia memahami bahwa sorga adalah kekekalan yang patut untuk dinanti-nantikan. Jadi, baginya, sekalipun dalam dunia ia harus kehilangan segalanya, itu hanyalah kondisi di mana ia sedang kembali kepada keberadaan alamiahnya: Dilahirkan ke dunia tanpa membawa apa-apa, dan meninggalkan dunia tanpa membawa apa-apa.

Kalau saat ini kita sedang diuji dalam hal harta dan kenyamanan kita, ingatlah hal ini, bahwa semua itu tidak kita bawa sewaktu kita lahir ataupun mati. Sorga adalah harta yang sesungguhnya. Kita hanya perlu bertahan "sebentar" di dunia.

Bapa, terima kasih untuk keadilan dan kebenaran-Mu. Aku sungguh tidak membawa apapun ketika aku datang maupun pergi dari dunia ini. Ampunilah aku yang terkadang lebih terikat dengan dunia ini. Aku mau belajar untuk mengasihi-Mu lebih dari segala sesuatu di muka bumi. Amin

katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil,
terpujilah nama TUHAN!
Ayub 1:21
Continue reading ...

September 01, 2013

ALLAHKU > MASALAH

0 komentar

Masalah datang bertubi-tubi seolah tidak pernah berhenti. Belum selesai yang satu, eh... sudah datang masalah lain lagi. Siapa di antara kita yang tidak punya masalah? Tidak ada bukan? Bahkan anak kecil juga punya masalah. Pertanyaannya adalah, dapatkah kita bertahan serta menyelesaikan semua penghalang yang ada untuk terus maju ke depan?

Cara setiap orang menanggapi masalah bermacam-macam. Ada yang tegar, ada yang berpura-pura tegar, ada yang tenang atau berpura-pura tenang, ada juga yang kelabakan seperti orang kebakaran jenggot, tidak bisa tenang ataupun diam, bahkan sampai stres, dan yang lebih buruk namun makin jadi tren... bunuh diri. Kalau kita, Anda dan saya, termasuk orang yang mana ya?

Kita orang Kristen mungkin sering menyanyikan lagu-lagu seperti Lebih dari Pemenang, Ku tak Akan Menyerah, dan pujian-pujian pembangkit iman lainnya, tapi tidak jarang kita tetap saja lemah, galau, dan tidak percaya kepada Allah. Kita yang seharusnya menghadapi masalah dengan penyerahan kepada Tuhan, seringkali dikalahkan oleh kecemasan dan kekuatiran kita. Apakah dengan demikian kita dapat meyakinkan orang lain bahwa kita ini orang Kristen yang berkemenangan karena kita punya Allah yang besar?

Ketika masalah datang dan kesulitan menghadang, itu adalah saat di mana keyakinan kita diuji; akankah kita mengandalkan kekuatan kita sendiri, akankah kita langsung lemah tak berdaya, akankah kita datang dan memohon pertolongan dari Allah? Allah kita lebih besar dari segala masalah, jadi langkah paling tepat yang pernah kita ambil ketika masalah itu muncul adalah datang kepada Allah.

Bapa, terima kasih untuk kebesaran dan keagungan-Mu. Engkau lebih besar dari segala sesuatu, termasuk masalah-masalahku. Karena itu, Bapa, aku tidak akan ragu lagi untuk percaya kepada-Mu. Amin

Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Yohanes 1:3-5
Continue reading ...
 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger