September 18, 2013

TAK HENTI MEMBERI


Saya mengenal seorang ibu yang belum lama ini bergabung di gereja kami. Saya tahu ia bukan orang kaya, jadi setiap kali selesai ibadah, saya sempatkan untuk menyalami dan memberinya sedikit uang. Hal itu berulang kali terjadi. Meski tidak banyak, saya usahakan untuk memberinya sedikit uang, sekalipun itu berarti saya tidak punya uang lagi ketika saya pulang dari gereja.

Satu saat saya kehabisan uang, dan hanya 2 ribu rupiah yang tersisa di saku saya. Ibu itu tidak pernah lupa menyalami tangan saya, berharap kalau-kalau saya bisa memberinya uang. Tapi masakan saya memberinya hanya 2 ribu, kata hati saya. Sepulang ibadah saya seolah merasa tidak tenang. Wajah ibu itu selalu terbayang dalam benak saya. Saya berpikir, "Andai saja tadi saya punya cukup uang untuknya?"

Tuhan tahu isi hati saya, karena Ia tahu segalanya. Ia juga tahu kebutuhan saya dan keluarga saya. Hari ini, keponakan saya datang dari luar pulau. Kedatangannya tidak saya bayangkan sama sekali karena sejak neneknya yang di sini meninggal, saya pikir ia tidak akan mengunjungi pakdenya lagi. Namun hari ini ia datang dan menjadi saluran berkat Allah untuk saya dan keluarga. Dari kami ia tahu rumah bahwa rumah neneknya akan kami perbaiki melihat banyaknya kayu yang sudah rapuh sehingga rumah itu bisa roboh sewaktu-waktu. Ia menawarkan bantuan dan memberi pakednya (suami saya) sejumlah uang untuk keperluan sehari-hari. Tahukah Saudara? Jumlah pemberiannya adalah beberapa kali lipat dari uang yang biasa saya sisihkan untuk ibu tadi.

Allah kita adalah pemelihara. Ia tidak akan pernah membiarkan anak-anak-Nya yang sungguh-sungguh mencari Dia kekurangan dan meminta-minta. Ia justru akan memberkati mereka supaya mereka bisa memberi, bukan meminta, lebih dan lebih lagi. Jadi, buat Saudara yang Tuhan gerakkan untuk memberi, jangan pernah berhenti memberi. Terpujilah Tuhan!!!

1 komentar:

 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger