July 02, 2013

TERBESAR SEKALIGUS TERKECIL


Ingatkah kita ketika Alkitab berkisah tentang Yakobus dan Yohanes yang datang kepada Yesus dan berharap dapat menjadi orang-orang yang duduk di sebelah kanan dan kiri Yesus di sorga nanti? Benar-benar posisi yang diharapkan banyak orang? Benar-benar permintaan yang luar biasa juga, kan?

Entah apa yang mengilhami permintaan tersebut, tapi saya rasa banyak orang juga menginginkannya. Akan tetapi, memintanya juga menunjukkan motif lain yang dimiliki Yakobus juga Yohanes ketika mengiring Yesus. Mereka ternyata mengharapkan kedudukan, posisi, status, sebagai yang lebih tinggi dari yang lain. Di luar pengiringan mereka ke manapun Yesus pergi, ternyata dalam hati mereka ingin agar menjadi pemimpin di antara yang lain. Namun, apakah semudah itu posisi tersebut diberikan? Tentu tidak. Yesus dan Allah Bapa punya kriteria sendiri untuk mereka yang layak untuk duduk di sisi-Nya, yaitu mereka yang rendah hati dan berjiwa hamba.

Yesus berkata bahwa siapapun yang ingin menjadi yang terbesar di antara yang lain, haruslah menjadi hamba bagi yang lain. Ia tidak boleh sombong, sebaliknya ia harus rendah hati dan rela mendahulukan yang lain daripada dirinya sendiri. Kalaupun ia sudah memiliki jabatan tinggi atau diangkat sebagai pemimpin, namun kepemimpinannya harus dibuktikan dengan kesediaan untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemimpin yang baik adalah mereka yang berhati hamba, mau melayani yang lain.

Orang seperti apakah kita? Atau, pemimpin seperti apakah kita? Apakah selama ini kita minta dilayani dan bukan melayani? Apakah kita gengsi bila harus melakukan hal-hal sederhana bagi mereka yang kita pimpin? Jika ya, ingatlah apa yang Yesus katakan, dia yang terbesar adalah dia yang mau melayani. Jadi, jika kita tidak bersedia melayani, kita adalah yang terkecil dan terpapa di antara yang lain. Yesus saja mau melayani murid-murid-Nya, kenapa kita tidak? Sekarang, maukah Saudara melayani?

Bapa, ajar aku untuk menjadi orang yang berhati hamba, orang yang mau melayani seperti-Mu. Ampunilah aku yang seringkali menuntut penghargaan dan penerimaan, sedang aku sendiri tidak mau menunjukkannya. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Amin.

Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
Matius 20:26-27

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger