April 27, 2013

BERGUNA DAN MEMBANGUN


Berapa banyak dari kita yang menyukai musik (lagu)? Wah, pasti hampir semua dari kita menyukai musik (lagu), sekalipun dengan jenis atau genre yang berbeda. Apalagi orang Kristen yang sudah sangat terbiasa dengan musik dan lagu, setidaknya lagu-lagu yang dinyanyikan di gereja.

Berapa banyak juga dari kita yang tahu bahwa ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa musik klasik dapat memberikan ketenangan, bahkan meningkatkan kemampuan otak? Hal ini rasanya juga bukan rahasia lagi. Musik klasik sudah banyak digunakan para orang tua untuk diperdengarkan kepada anak-anak (bayi-bayi) mereka agar anak-anak mereka menjadi anak-anak yang cerdas. Tidak hanya itu saja. Musik ini tidak hanya memberikan pengaruh positif terhadap manusia, melainkan juga pada tumbuhan. Tumbuhan yang sering diperdengarkan musik ini ternyata dapat bertumbuh lebih baik dan sehat dibandingkan tumbuhan lain yang tidak mendapat perlakuan yang sama. Luar biasa bukan!

Nah, kalau ada musik-musik yang berdampak baik, apakah ada musik-musik yang berdampak negatif? Tentu saja! Penelitian juga menunjukkan bahwa tumbuhan yang sering diperdengarkan musik-musik underground ternyata mengalami pertumbuhan yang lebih lambat dan kondisinya tidak sesehat tumbuhan lainnya. Bayangkan apa yang terjadi jika yang mendengarnya adalah manusia. Ada cukup banyak kasus juga yang menunjukkan dampak negatif dari lagu-lagu melo dengan lirik-lirik yang sedih dan membuat putus asa, antara lain depresi yang semakin dalam dan memperpuruk jiwa seseorang, bahkan bunuh diri. Setelah mengetahui kebenarannya, apakah kita akan tetap membiarkan diri kita diisi oleh musik-musik dan lagu-lagu yang justru tidak memberi dampak baik itu?

Alkitab memberi kita kebebasan yang sebebas-bebasnya untuk menentukan apa yang boleh dan tidak boleh ada dalam hidup kita. Buktinya, tidak ada larangan tertulis dalam Alkitab yang menyebutkan bahwa kita tidak boleh mendengarkan musik underground atau musik klasik, atau merokok, dll. Ia hanya menuliskan "Segala sesuatu diperbolehkan." Wah, asyik dong, semua-muanya boleh kok. Eit!!! Awas, jangan berhenti di situ saja. Masih ada lanjutannya, yaitu "Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna ataupun membangun."

Allah menuntun kita untuk memilih hal-hal yang baik bagi kita lewat firman-Nya. Ia sementara mengajar kita tentang salah satu poin apakah suatu hal itu baik ataukah tidak, yaitu dari kegunaan dan sifatnya yang membangun kita sebagai yang dikasihi-Nya. Jika Allah begitu memperhatikan kita, kenapa kadangkala kita yang justru mengabaikan peringatan itu dan membiarkan diri dipengaruhi bahkan terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak berguna dan tidak membangun? Cintailah hidupmu sebagaimana Allah begitu mencintai hidupmu.

Bapa di sorga, terima kasih untuk firman-firman-Mu yang selalu menuntunku kepada segala yang berguna dan membangun. Ampuni aku yang justru tidak peka dan malah membiarkan diri diisi dan dipengaruhi oleh hal-hal buruk. Beritahukanlah kepadaku keinginan-Mu, Bapa, dan mampukan aku untuk selalu memilih yang baik, seperti yang Engkau mau. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, Allah dari segala hal yang baik. Amin

"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
1 Korintus 10:23

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger