April 25, 2013

TAHU BERTERIMA KASIH


Sebagai seorang anak, banyak juga teman yang bilang kalau saya ini sangat disayang oleh kedua orang tua saya. Benar saja. Buktinya, saya di rumah jarang sekali disuruh-suruh mengerjakan pekerjaan rumah. Karena predikat anak papa dan mama ini, saya seringkali protes kepada papa dan mama, "Tugasku biar kukerjakan sendiri!" kataku. Yah, beberapa kalinya mengerjakan tugas rumah sendiri, ortu tetep aja nggak pernah berhenti berusaha "membantu." Mereka bakal bilang, "Kan kasihan kamunya, Non."

Niat baik ortu memang susah ditolak ^ ^, tapi bukan berarti saya harus memanfaatkan diat baik mereka. Saya harus berusaha mandiri dan tidak tergantung sama mereka, sekalipun mereka benar-benar mengasihi saya. Sampai hari itu tiba, hari di mana saya harus meninggalkan orang tua saya karena saya sudah berkeluarga, dan tinggal dengan suami saya di kota yang sangat jauh dengan kota lahir saya. Sekarang, giliran saya membalas kasih dan kebaikan mereka, mereka menjadi tanggung jawab saya.

Kita semua adalah anak-anak Tuhan. Kita tahu dan mengalami kebaikan dan kemurahan-Nya hari demi hari, jam demi jam, detik demi detik. Akan tetapi, kita tidak dapat terus menggantungkan diri dan mulai menjauh dari kewajiban karena kita berpikir, "Tuhan sayang saya, kok," "Tuhan kan baik." Kita tetap harus menjadi anak yang bertumbuh dalam kedewasaan kita dan menjadi seorang yang tahu berterima kasih. Kita tidak boleh lupa bahwa sebagai anak, selain mendapatkan hak, juga harus melakukan kewajiban kita sebagai anak. Kita berhak bermanja-manja dengan ayah dan ibu kita, meminta kasih sayang, menerima perlindungan dan jaminan dalam pertumbuhan, namun kita juga wajib untuk sopan, hormati, tahu berterima kasih kepada mereka yang sudah memelihara kita. Demikian juga dengan Allah, kita harus sopan, hormat, dan tahu berterima kasih kepada-Nya yang sudah begitu mengasihi kita.

Bapa di Sorga, Bapa yang pengasih dan penyayang, terima kasih untuk semua cinta dan kasih sayang yang sudah Kauberikan kepadaku. Engkau sudah menjadikanku anak-Mu. Untuk itu aku sangat bersyukur. Ajarku menjadi anak yang tahu kewajibanku, yaitu bersikap sopan, hormat, taat, patuh, dan tahu berterima kasih kepada-Mu. Bapa, sekali lagi terima kasih karena telah mengizinkanku memanggil-Mu, Bapa. Dalam nama Tuhan Yesus, Amin.

Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
2 Tim 3:2

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger