April 13, 2013

CUKUP LAMA

Cukup lama ya?

Cukup lama aku tidak melihat wajah-Mu
Cukup lama aku tidak mendengar suara-Mu
Tapi, aku mulai terbiasa dengannya
Aku mulai membiasakan diri dengannya

Cukup lama ya?

Cukup lama aku tidak membaca surat cinta-Mu
Cukup lama aku tidak bercakap-cakap dengan-Mu
Tapi, kenapa aku mulai terbiasa dengannya?
Kenapa aku mulai membiasakan diri dengannya?

Aku bersekutu dengan teman-temanku
melayani bersama teman-temanku
tapi, aku tidak lagi merasakan-Mu
aku tidak lagi merindukan-Mu

Sampai... saat itu tiba
Ketika aku mendengar doa-doa dinaikkan pada-Mu
Ketika aku mendengar pujian dialunkan bagi-Mu
Ketika aku melihat tangisan diteteskan di hadap-Mu

Sampai... saat itu tiba
Ketika Kau mulai berbisik lembut kepadaku
Ketika Kau mulai menjamah roh dan jiwaku
Ketika Kau mulai menyentuh hidupku dengan kasih-Mu

Kini, aku tidak ingin lagi bernapas tanpa-Mu
Tubuhku tidak ingin lagi hidup tanpa-Mu
Jiwaku tidak ingin lagi merasa tanpa-Mu
Rohku tidak ingin lagi kering tanpa-Mu

Engkau adalah pusatku, segalaku
Engkau adalah alasanku, sebabku
Engkau adalah masa lalu, kini, dan depanku
Engkau adalah hidupku, Bapa

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger