February 06, 2013

HARTA SORGAWI



Apakah Anda mempunyai barang kesayangan, atau barang yang sangat penting untuk Anda? Pertanyaan saya adalah, bagaimana perasaan Anda kalau barang kesayangan Anda itu hilang atau rusak? Tidak salah lagi, Anda pasti akan merasa sangat sedih dan kehilangan. Demikian juga yang saya rasakan jika barang yang begitu berharga untuk saya itu hilang ataupun rusak.

Saya mempunyai beberapa barang kesayangan yang menurut saya sangat berharga, salah satunya adalah notebook saya. Kenapa bisa berharga? Karena notebook itu mungkin barang termahal yang pernah saya beli (dengan susah payah) dan miliki di rumah, dan dengan notebook itu juga saya bisa bekerja mencari nafkah.

Karena itu barang kesayangan, tentu saja saya tidak akan meletakkannya sembarangan, memegangnya dengan hati-hati, dan selalu membersihkan/mengelapnya setiap kali ada kesempatan atau ketika saya menemukan sedikit noda saja menempel di sana. Buat saya, notebook itu adalah harta saya.

Satu saat, ketika saya membawanya ke tempat kerja, saya harus mampir ke sebuah percetakan untuk memberikan pesanan. Karena tas yang saya bawa cukup berat, dan kursi tunggu waktu itu sepi, saya memutuskan untuk meletakkan tas berisi notebook kesayangan saya itu di kursi karena petugas percetakan memanggil saya untuk memeriksa contoh pesanan.

Baru saja saya tinggal, saya tidak menyadari kalau ada orang lain datang, duduk di sebelah kursi saya, dan tanpa sengaja menyenggol dan menjatuhkan tas saya. Spontan saya langsung menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi, dengan sedikit terkejut saya kembali ke tempat duduk dan mengambil tas itu. Tanpa menyadari bahwa isi tas saya adalah alat elektronik yang sangat penting untuk saya, orang itu berdiri tanpa sepatah kata apapun. “Ya, Tuhan, terima kasih...” pikir saya.

Saya kemudian duduk dan berusaha mengatur hati dan pikiran saya untuk tidak marah ataupun sedih, juga untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang baik, bahwa notebook saya tidak akan apa-apa. Sambil sesekali menutup mata dan mendesah, saya berusaha untuk tenang, sekalipun dalam hati saya berkata, “Tuhan, gimana kalau notebooknya rusak? Tolong jangan izinkan rusak dulu Tuhan, aku masih butuh untuk kerjaan. Ya, Tuhan, ya!”

Kejadian itu kemudian membuat saya sadar bahwa selama ini hati saya begitu lekat bersama barang kesayangan saya. Hati saya ada bersama harta duniawi saya. Hasilnya, saya sedih kalau barang itu lecet, kecewa kalau barang itu rusak, dan marah kalau barang itu hilang. Tapi, firman Tuhan pernah berkata, “kumpulkanlah harta sorgawi” karena ketika hati kita ada di sana, kita tidak akan pernah merasa sedih, kecewa, atau marah. Kok bisa? Karena tidak akan ada yang dapat merusak ataupun mencuri harta sorgawi. Firman Tuhan juga memperingatkan kita untuk tidak mencintai, tidak bergantung dan lekat pada apa yang ada di dunia, karena semua itu tidaklah kekal.

Mari kita mengumpulkan harta di surga; berdoa, mempelajari firman, mencari Tuhan, memberi, melayani Tuhan dan sesama, memenuhi tujuan Tuhan bagi kita di dunia, niscaya tidak akan ada yang dapat merampas atau merusak harta semacam itu dari kita.

Tuhan, maafkan aku yang terlalu mencintai barang-barang yang ada di sekitarku. Tanpa sadar, hatiku sudah ada di sana. Maafkan aku yang mengizinkan hatiku terluka oleh barang-barang itu. Tuhan, kuserahkan semua harta yang Kaupercayakan kepadaku, berkati agar barang-barang itu juga bisa menjadi berkat di tanganku. Aku mau belajar menjadikan-Mu sebagai satu-satunya harta bagiku. Aku mengasihi-Mu. Amin

Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya
dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Mat. 6:20

0 komentar:

Post a Comment

 

Copyright © Renungan Harian Maranatha Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger